Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Bahan bakar minyak semakin hari semakin mahal,apabila kita menggunakan mobil trus boros,pengeluaran uang pun bertambah,disini kami alfath mulia service dan rent car memberikan sedikit informasi penyebab utama mobil injeksi boros

Penyebab utama mesin mobil injeksi boros bahan bakar

1. TPS - Throtlle Position Sensor
TPS adalah alat pemantau pergerakan skep dari throttle body. Sensor ini akan membaca besarnya bukaan skep sehingga bisa untuk menentukan derajat waktu pengapian

Bila permukaan throttle position sensor kotor akibat kotoran seperti debu atau minyak, jelas akan menghambat kinerja sistem injeksi lainnya. Selain performa tak bisa maksimal, konsumsi juga akan menjadi boros.

Peranti ini jarang rusak alias berumur tahunan, tetapi namanya barang elektronik yang memiliki sensor pastinya memiliki usia pakai juga. Untuk itu pastikan usia pakai bisa lama dengan memperhatikan filter udara yang menjadi penyaring udara luar yang akan masuk ke ruang bakar dan melewati TPS.

2. Throtlle Body
Pada mobil dengan pasokan bahan bakar karburator, dikenal istilah skep. Sebutan ini agak berbeda dengan mobil injeksi, meski kerjanya sama. Lantaran throttle body berhubungan langsung dengan udara dari luar, skep mobil injeksi ini lazim kotor oleh debu dan kotoran halus yang tak tersaring filter udara.

Bersihkan dengan injector cleaner dengan cara menyemprotkan cairan pembersih dalam bentuk aerosol tadi persis di permukaan throttle body, agar lapisan debu dan kotoran yang hinggap di atas permukaan bisa hilang.

Bisa lakukan perawatan ini dengan membuka belalai (air intake) dan membeli cleaner seharga Rp 75-90 ribu perkaleng ini. “Sering diabaikan karena tak berpengaruh langsung ke performa kendaraan "

Lakukan setiap 50.000 kilometer untuk hasil terbaik. Jadikan kebiasaan saat mengganti filter udara di rumah atau di bengkel kepercayaan. Prosesnya sendiri hanya memakan waktu lima menit. Lihat Panduan Membersihkan Throttle Body

3.Sensor oksigen
Sensor oksigen. Fungsinya untuk membaca hasil sisa gas buang yang keluar lewat knalpot.

“Alat ini berguna untuk membaca kaya dan miskin campuran bahan bakar,”

Pada saat sensor oksigen membaca sisa gas buang yang kelewat ‘pedas’ alias kebanyakan bensin, sensor akan mengirim sinyal ke ECU untuk mengurangi debit bahan bakar ke ruang bakar.
Biasanya kerusakan karena penampang sensor tertutup jelaga sisa pembakaran, tetapi sering juga kerusakan oxigen sensor terjadi karena putus pada bagian heater karena letak oksigen sensor berada di maniful buang ( knalpot ) jika rusak Mau tak mau harus beli baru.
Salah perawatan atau sistem injeksi yang tidak terawat akan memperpendek usia sensor oksigen.

4. FPR
Peranti yang mengatur tekanan bahan bakar yang mengalir ke fuel rail (jalur bahan bakar untuk nosel injektor). Fuel pressure regulator (FPR) versi pabrikan biasanya dibuat paten antara 2-5 Bar. Tetapi yang versi aftermarket bisa disetel sesuai kebutuhan.

Bila sudah lemah, berarti membran karet di dalam FPR tak bisa lagi menahan tekanan bahan bakar yang disembur pompa bahan bakar. Akibatnya tekanan berkurang untuk bisa menyemburkan kabut bensin ke ruang bakar. Indikasinya, mesin akan mbrebet di rpm tertentu. Mau tak mau harus beli baru dengan harga Rp 1 jutaan untuk versi ori.

Untuk versi aftermarket, FPR bisa disetel hingga tekanan di atas rata-rata spesifikasi pabrik untuk hasil semburan kabut bahan bakar yang lebih tebal dan lama.
MAP Sensor dan Sirkuit Map Sensor Pada Ecu
Map sensor atau manipol absolute pressure jika bermasalah juga bisa menjadi penyebab bbm boros, bisa jadi map sensor nya baik tetapi terjadi kerusakan pada rangkaian elektronika pada ecm atau ecu yang tehubung dengan map sensor.

About Alfath Mulia Jaya

ALFATH MULIA Jl. Kertajaya XIIA No. 19 - Surabaya
Contact Person
0818585335 or 081293353358
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Use Facebook Account

Use Other Accounts