Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Salah satu komponen yang paling penting pada mobil yaitu pelumas atau oli mesin,bisa di bayangkan jika mobil kita salah memilih jenis pelumas,mesin mobil kita akan rusak,maka dari itu kita harus memilih pelumas yang terbaik dan tidak boleh sembarangan,Selain itu dari tiap jenis mobil mempunyai spesifikasi sendiri untuk pemilihan pelumasnya. Memakai pelumas mesin mobil yang kurang pas bakal beresiko pada performa mesin mobil. Efek itu dapat berakibat buruk untuk periode panjang.

Pastikan selalu untuk merujuk pada referensi dari produsen kendaraan yang dipunyai sebelum membeli pelumas mesin mobil terbaik.

Pelumas Terbaik Untuk Mesin Mobil

Pelumas mobil pada umumnya dibedakan dari tingkat kekentalan pelumas yang dinyatakan dalam unit SAE (Society of Automotive Engineers).

Apabila pada waktu anda membeli mobil, anda tidak memperoleh penjelasan maka sebaiknya anda menanyakan atau mencari info tentang hal itu sehingga anda juga tambah lebih gampang dalam menjaga mobil anda.

Harga Oli Mesin Bensin serta Solar

Harga tidaklah menjadi aspek penentu type oli mesin untuk mobil, tetapi harga dapat jadi patokan mutu oli mesin mobil untuk type oli yang sama. Tiap-tiap merk mencantumkan harga yang tidak sama pada oli-oli produksi mereka, terbaik untuk oli mesin bahan bakar bensin serta solar.

System pelumasan pada suatu kendaraan memegang aspek utama dalam melindungi keberlangsungan dan ketahanan mesin kendaraan itu. Oleh karena itu kita harus benar-benar jeli dan pintar untuk menentukan oli yang pas supaya mesin mobil awet terus .Dalam menentukan pelumas mesin juga terdapat dua type pelumas yang bisa Anda pakai yakni oli mineral serta oli sintetik

Manfaat Oli atau pelumas

Oli atau pelumas memiliki manfaat basic untuk pelumas yang bertugas meminimalisir gesekan atau keausan komponen mesin yang berlangsung waktu mesin bekerja. Pelumas yang bekerja dengan cara efisien bakal memperpanjang umur mesin hingga lebih awet saat pakainya. Tak hanya berperan untuk pelumas oli mesin juga mempunyai manfaat lain yaitu sebagai pendingin, pembersih serta penutup celah antar mesin. Pelumas yang baik tidak hanya bertugas menghindarkan keausan pada mesin dapat juga memudahkan kemampuan mesin.

Oli Mineral serta Sintetis

Oli Sintetik

Oli sintetik pertama kali di kembangkan pada era ke-20 oleh Dr. Hermann Zorn dari IG Farben, Jerman serta Dr. WA Zisman dari Naval Research Laboratory, Amerika Serikat. Pada intinya oli type ini adalah peluimas artifisial, yang diolah memakai formula terbaru. Oli sintetik umumnya terbagi dalam Polyalphaolifins yaitu senyawa yang hasil pemilahan dari oli mineral, yakni gas. Senyawa inilah yang nanti digabung dengan oli mineral.

Oli Sintetik pertama kali nampak di Amerika Serikat, oli ini memakai bahan basic polyolefin. Bersamaan dengan berkembangnya teknologi, beberapa produsen oli selalu meningkatkan product mereka memakai bahan basic yang bermacam dimulai dari polyglycos, poliester, sintetis non-PAO, ester, benzena alkilasi serta nafalena, waktu ini beberapa insinyur mekanik serta pakar kimia selalu berupaya bikin formula yang lebih terbaik untuk berikan system pelumasan paling baik.

Oli Mineral

Tidak sama dengan oli sintetik, oli mineral pada intinya adalah product atau varian yang datang dari minyak bumi. Oli mineral adalah hasil turunan dari sistem penyulingan fraksional minyak bumi. Oli type ini terbagi dalam unsur alam seperti alkaline serta cyclic paraffin. Sebelum saat ditemukan pengembangan oli sintetik, oli mineral pernah menguasai pasar pelumas mesin.

Mana yang terbaik dari Oli Sintetik vs Oli Mineral

Tak hanya perbedaan cara pembuatan serta bahan dasarnya, hanya satu perbedaan mendasar pada oli sintetik serta oli mineral yaitu molekul serta susunan dari ke-2 type pelumas ini. Untuk hasil inovasi kelanjutan tak heran oli sintetik mempunyai molekul serta partikel yang seimbang. Di segi lain, oli mineral mempunyai molekul yang kurang seimbang bila dibanding dengan oli sintetik.

Kelebihan oli sintetik :

Oli sintetik condong lebih stabil pada termperatur tinggi (less volatile) hingga mempunyai kandungan penguapan yang rendah.

Bisa mengatur atau menghindar terjadinya endapan karbon pada mesin

Melumasi serta melapisi logam lebih baik hingga menghindar berlangsungnya gesekan antar logam yang menyebabkan rusaknya mesin

Lebih awet (step pada oksidasi)

Melindungi mesin lebih dingin ( kurangi gesekan)

Bisa bersihkan mesin dari kerak oli mineral

Kekurangan oli sintetik :

Harga nya yang cukup mahal (2-4 kali lipat harga oli mineral)

Kelebihan oli mineral :

Waktu mesin (piston serta blok piston) dalam situasi baru disarankan untuk memakai oli mineral. Susunan molekul oli mineral yg tidak rata bisa bikin komponen serta suku cadang mobil sama-sama menggikis keduanya hingga komponen mesin baru dapat bertaut dengan cocok serta beradapatasi dengan mekanisme.

Kesimpulan

Oli sintetik senantiasa disarakan untuk mesin dengan teknologi terbaru (turbo, supercharger, DOHC, dan lain-lain) yang memerlukan system pelumasan yang lebih baik (racing) di mana celah antar part lebih sempit (presisi). Pada mesin dengan'spesifikasi tinggi' inilah feature oli sintetik diperlukan dengan cara maksimal. Lantaran pembuatan komponen mesin di buat dengan presisi tinggi, mesin type ini membutuhkan saat adapatasi antar komponen, hingga tak diperlukan lagi oli mineral waktu mesin tetap baru.

Jadi bila Anda mengunakan mesin kendaraan produksi 2001 keatas dianjurkan untuk menentukan oli sintetik untuk pelumas kendaraan Anda, atau oli semi sintetik (kombinasi dengan oli mineral) atau oli full-sintetik

About Alfath Mulia Jaya

ALFATH MULIA Jl. Kertajaya XIIA No. 19 - Surabaya
Contact Person
0818585335 or 081293353358
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Use Facebook Account

Use Other Accounts